Panduan MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027: Membangun Generasi Berkarakter, Aman, Inklusif, dan Siap Belajar. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 mengenai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) diterbitkan sebagai landasan dalam menciptakan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan pendidikan. Regulasi ini bertujuan memastikan bahwa pelaksanaan MPLS berlangsung secara terencana, efektif, efisien, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan. Selain menjadi sarana pengenalan lingkungan sekolah, MPLS juga diharapkan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan positif sehingga mampu membentuk karakter peserta didik sekaligus memperkuat profil lulusan sesuai tujuan pendidikan nasional.
Pelaksanaan MPLS dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan pada awal tahun ajaran baru melalui tiga tahapan utama, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pasca kegiatan. Pada tahap perencanaan, kepala satuan pendidikan membentuk panitia dan proposal MPLS yang bertugas menyusun program secara menyeluruh, mulai dari jenis kegiatan, jadwal pelaksanaan, kebutuhan anggaran, hingga mekanisme penyelenggaraan. Sekolah juga wajib melakukan sosialisasi kepada orang tua atau wali murid agar mereka memahami pelaksanaan MPLS. Informasi yang disampaikan sekurang-kurangnya mencakup tujuan dan prinsip penyelenggaraan, materi kegiatan, jadwal, larangan selama MPLS, pembagian tugas serta tanggung jawab panitia dan orang tua, hingga prosedur penyampaian laporan atau pengaduan apabila ditemukan pelanggaran.

Materi yang diberikan selama MPLS dibedakan menjadi materi wajib dan materi pilihan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing satuan pendidikan. Materi utama yang harus disampaikan meliputi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kegiatan Pagi Ceria, etika dan kesantunan dalam menggunakan media sosial, serta pembiasaan budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S). Selain itu, peserta didik baru juga dikenalkan dengan lingkungan sekolah, warga sekolah, kurikulum, tata tertib, serta berbagai potensi yang dapat dikembangkan selama menempuh pendidikan. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan selama lima hari pada minggu pertama tahun ajaran baru dengan tetap menjunjung tinggi prinsip Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sehingga seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan secara nyaman, aman, dan menyenangkan.
Untuk menjamin kualitas penyelenggaraan MPLS, setiap sekolah diwajibkan melaksanakan evaluasi setelah kegiatan selesai. Hasil evaluasi tersebut disampaikan kepada orang tua atau wali murid sebagai bentuk transparansi sekaligus bahan refleksi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan di masa mendatang. Selain itu, sekolah berkewajiban menyampaikan laporan pelaksanaan MPLS kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah maupun Dinas Pendidikan sesuai kewenangannya paling lambat tiga puluh hari kerja setelah kegiatan berakhir. Di sisi lain, Kementerian dan Dinas Pendidikan juga melakukan pemantauan serta evaluasi terhadap pelaksanaan MPLS guna memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 juga memberikan penegasan terhadap berbagai larangan selama penyelenggaraan MPLS. Sekolah tidak diperkenankan melakukan perpeloncoan, tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun, pungutan biaya yang tidak sesuai ketentuan, penggunaan atribut yang tidak memiliki nilai edukatif, maupun kegiatan yang tidak berkaitan dengan tujuan MPLS. Selain itu, alumni tidak diperbolehkan menjadi penyelenggara kegiatan MPLS. Apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan tersebut, sekolah dapat dikenai tindakan berupa penghentian kegiatan serta pemberian sanksi administratif kepada panitia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Melalui diterbitkannya Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, pemerintah berharap penyelenggaraan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah benar-benar menjadi sarana pembelajaran awal yang aman, inklusif, edukatif, dan menyenangkan. Dengan demikian, peserta didik baru dapat lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal budaya belajar yang positif, serta menumbuhkan karakter yang baik sebagai bekal dalam menjalani proses pendidikan dan kehidupan bermasyarakat.
Pendahuluan
Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) merupakan kegiatan penting yang menjadi gerbang awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, serta seluruh warga sekolah. Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi momentum bagi seluruh satuan pendidikan untuk melaksanakan MPLS Ramah, yaitu pelaksanaan MPLS yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, keamanan, kenyamanan, inklusivitas, serta penghormatan terhadap hak-hak peserta didik.
Konsep MPLS Ramah hadir sebagai bentuk komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan (bullying), kekerasan fisik maupun verbal, diskriminasi, serta segala bentuk kegiatan yang dapat merendahkan martabat peserta didik baru. Sebaliknya, MPLS dirancang sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan, inspiratif, edukatif, dan membangun karakter positif.
Melalui MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah diharapkan mampu membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan belajar baru sehingga mereka merasa diterima, dihargai, dan memiliki semangat tinggi untuk menempuh pendidikan.
Apa Itu MPLS Ramah?
MPLS Ramah adalah kegiatan pengenalan lingkungan sekolah yang dilaksanakan dengan mengutamakan pendekatan edukatif, humanis, serta berorientasi pada tumbuh kembang peserta didik.
Seluruh kegiatan dirancang agar peserta didik memperoleh pengalaman positif sejak hari pertama masuk sekolah. Tidak ada praktik perploncoan, hukuman yang tidak mendidik, maupun kegiatan yang berpotensi membahayakan kesehatan fisik dan mental.
Prinsip utama MPLS Ramah meliputi:
- Menghormati hak anak.
- Menjamin keamanan seluruh peserta.
- Bebas dari kekerasan.
- Mengedepankan pembelajaran aktif.
- Menumbuhkan karakter positif.
- Menanamkan budaya sekolah.
- Membangun hubungan harmonis antarwarga sekolah.
Tujuan MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027
Pelaksanaan MPLS memiliki berbagai tujuan penting, antara lain:
1. Membantu Adaptasi Peserta Didik
Peserta didik baru berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. MPLS membantu mereka mengenal lingkungan sekolah sehingga lebih cepat beradaptasi.
2. Mengenalkan Budaya Sekolah
Sekolah memiliki budaya, tata tertib, kebiasaan, serta nilai-nilai yang menjadi identitas lembaga pendidikan. Semua ini dikenalkan melalui kegiatan yang menyenangkan.
3. Menumbuhkan Karakter Positif
MPLS bukan hanya mengenalkan sekolah, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter seperti:
- Disiplin
- Tanggung jawab
- Jujur
- Peduli
- Gotong royong
- Mandiri
- Kreatif
- Berintegritas
4. Mengenalkan Guru dan Tenaga Kependidikan
Peserta didik diperkenalkan kepada kepala sekolah, guru, wali kelas, tenaga administrasi, pustakawan, petugas keamanan, hingga petugas kebersihan agar mereka merasa dekat dengan seluruh warga sekolah.
5. Menanamkan Semangat Belajar
Melalui berbagai aktivitas inspiratif, siswa diajak memahami bahwa sekolah merupakan tempat untuk berkembang, berprestasi, dan membangun masa depan.
Prinsip Pelaksanaan MPLS Ramah
Agar tujuan tercapai secara optimal, pelaksanaan MPLS harus mengacu pada beberapa prinsip berikut.
Edukatif
Seluruh kegiatan memiliki nilai pembelajaran.
Humanis
Menghargai setiap peserta didik sebagai individu yang unik.
Menyenangkan
Suasana dibuat santai, penuh semangat, dan tidak menegangkan.
Aman
Seluruh kegiatan memperhatikan keselamatan peserta.
Inklusif
Memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik tanpa diskriminasi.
Partisipatif
Peserta didik dilibatkan secara aktif dalam berbagai aktivitas.
Inspiratif
Kegiatan mampu memotivasi siswa untuk berkembang.
Tema MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027
Beberapa tema yang dapat digunakan sekolah antara lain:
- Bersama Membangun Generasi Berkarakter
- Sekolah Aman, Belajar Nyaman
- Tumbuh Bersama dalam Semangat Belajar
- Menjadi Pelajar Berprestasi dan Berintegritas
- Sekolah Ramah Anak untuk Masa Depan Gemilang
- Berani Berkarya, Siap Berkembang
- Belajar Bahagia, Berkarya Luar Biasa
Materi MPLS Ramah
1. Pengenalan Lingkungan Sekolah
Peserta diajak berkeliling mengenal:
- ruang kelas,
- perpustakaan,
- laboratorium,
- ruang UKS,
- ruang BK,
- kantin,
- lapangan,
- ruang ibadah,
- area parkir,
- toilet,
- jalur evakuasi.
2. Pengenalan Visi dan Misi Sekolah
Siswa memahami arah dan tujuan pendidikan yang diterapkan sekolah.
Materi meliputi:
- visi,
- misi,
- budaya sekolah,
- nilai inti,
- program unggulan.
3. Tata Tertib Sekolah
Materi ini membantu siswa memahami:
- aturan berpakaian,
- disiplin waktu,
- etika berbicara,
- penggunaan media sosial,
- penggunaan telepon genggam,
- tata krama di kelas.
Guru menjelaskan:
4. Pengenalan Kurikulum
- struktur pembelajaran,
- mata pelajaran,
- sistem penilaian,
- projek pembelajaran,
- ekstrakurikuler.
5. Pencegahan Perundungan
Materi anti bullying menjadi salah satu materi utama.
Siswa diajak memahami:
- bentuk bullying,
- dampaknya,
- cara mencegah,
- cara melapor apabila menjadi korban maupun saksi.
6. Pendidikan Karakter
Nilai-nilai karakter yang ditanamkan meliputi:
- religius,
- nasionalis,
- integritas,
- gotong royong,
- mandiri.
7. Literasi Digital
Materi ini sangat penting di era digital.
Peserta didik belajar mengenai:
- etika bermedia sosial,
- keamanan data pribadi,
- penggunaan internet sehat,
- pemanfaatan AI secara bijak,
- pencegahan hoaks.
8. Pendidikan Lingkungan
Peserta diajak menjaga kebersihan sekolah melalui kegiatan:
- memilah sampah,
- penghijauan,
- hemat energi,
- menjaga fasilitas sekolah.
Contoh Jadwal MPLS Ramah Selama Lima Hari
Hari Pertama
- Upacara pembukaan.
- Sambutan kepala sekolah.
- Perkenalan guru.
- Pengenalan lingkungan sekolah.
- Ice breaking.
- Permainan kolaboratif.
Hari Kedua
- Pengenalan kurikulum.
- Tata tertib sekolah.
- Budaya sekolah.
- Motivasi belajar.
- Tur perpustakaan.
Hari Ketiga
- Pencegahan bullying.
- Pendidikan karakter.
- Kesehatan mental.
- Simulasi belajar.
- Diskusi kelompok.
Hari Keempat
- Pengenalan ekstrakurikuler.
- Demonstrasi organisasi siswa.
- Pentas seni.
- Permainan edukatif.
- Projek kebersihan sekolah.
Hari Kelima
- Refleksi MPLS.
- Penampilan kreativitas siswa.
- Deklarasi Sekolah Ramah Anak.
- Penutupan.
- Penyerahan sertifikat peserta.
Contoh Kegiatan Menarik Selama MPLS
Agar peserta didik lebih antusias, sekolah dapat menyelenggarakan berbagai aktivitas seperti:
Ice Breaking
Permainan ringan yang membuat suasana lebih akrab.
School Tour
Keliling sekolah dipandu kakak kelas.
Treasure Hunt Edukatif
Permainan mencari petunjuk sambil mengenal lokasi sekolah.
Games Kerja Sama
Melatih komunikasi dan kekompakan.
Pentas Seni
Ajang menampilkan bakat siswa.
Pohon Harapan
Siswa menuliskan cita-cita dan harapan selama belajar di sekolah.
Wall of Dreams
Papan inspirasi berisi impian seluruh peserta didik.
Senam Bersama
Meningkatkan kebugaran sekaligus membangun semangat.
Projek Kebersihan
Membersihkan lingkungan sekolah secara gotong royong.
Deklarasi Anti Bullying
Seluruh peserta berkomitmen menciptakan sekolah yang aman.
Peran Guru dalam MPLS Ramah
Guru menjadi figur utama dalam keberhasilan MPLS.
Peran guru meliputi:
- membimbing peserta,
- memberikan motivasi,
- menciptakan suasana nyaman,
- mengawasi kegiatan,
- menjadi teladan,
- membangun komunikasi positif.
Guru juga memastikan tidak ada tindakan intimidasi maupun kekerasan selama kegiatan berlangsung.
Peran Kakak Kelas
Kakak kelas memiliki peran sebagai pendamping, bukan sebagai pemberi hukuman.
Mereka bertugas:
- membantu orientasi sekolah,
- menjadi mentor,
- memberikan informasi,
- membangun semangat,
- membantu peserta beradaptasi.
Peran Orang Tua
Keberhasilan MPLS tidak terlepas dari dukungan orang tua.
Bentuk dukungan yang dapat diberikan antara lain:
- membangun semangat anak,
- memastikan kesiapan perlengkapan sekolah,
- menjaga komunikasi dengan wali kelas,
- memberikan motivasi,
- mendengarkan pengalaman anak setiap hari.
Kolaborasi sekolah dan keluarga akan membantu peserta didik menjalani masa transisi dengan lebih nyaman.
Manfaat MPLS Ramah
Pelaksanaan MPLS Ramah memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah.
Bagi Peserta Didik
- Lebih percaya diri.
- Cepat beradaptasi.
- Mengenal lingkungan sekolah.
- Memiliki teman baru.
- Memahami budaya sekolah.
- Meningkatkan motivasi belajar.
Bagi Sekolah
- Membangun citra positif.
- Menciptakan budaya sekolah yang sehat.
- Mengurangi konflik.
- Meningkatkan kenyamanan belajar.
- Mendukung pembentukan karakter.
Bagi Orang Tua
- Merasa tenang menitipkan anak di sekolah.
- Terjalin komunikasi yang baik dengan sekolah.
- Mengetahui sistem pendidikan yang diterapkan.
Tips Sukses Menyelenggarakan MPLS Ramah
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sekolah agar pelaksanaan MPLS berjalan optimal:
- Menyusun jadwal yang terstruktur.
- Menghindari kegiatan yang membebani peserta.
- Memastikan seluruh panitia memahami konsep sekolah ramah anak.
- Menyediakan layanan kesehatan selama kegiatan.
- Memberikan ruang diskusi bagi peserta didik.
- Menyiapkan kegiatan yang interaktif.
- Memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran.
- Melibatkan seluruh warga sekolah.
- Melakukan evaluasi setiap hari.
- Mendokumentasikan seluruh kegiatan sebagai bahan refleksi dan publikasi.
Nilai-Nilai Karakter yang Ditanamkan
MPLS Ramah menjadi kesempatan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui pembiasaan sehari-hari. Nilai-nilai yang ditanamkan meliputi:
- Integritas, yaitu bersikap jujur, bertanggung jawab, dan konsisten antara perkataan serta tindakan.
- Disiplin, dengan datang tepat waktu, mematuhi aturan sekolah, dan menghargai proses belajar.
- Gotong Royong, melalui kerja sama dalam permainan, projek kelompok, dan kegiatan kebersihan.
- Empati, yaitu menghargai perbedaan dan peduli terhadap teman yang membutuhkan bantuan.
- Kreativitas, melalui kegiatan seni, presentasi, dan tantangan pemecahan masalah.
- Kemandirian, agar peserta didik mampu mengatur perlengkapan, waktu, dan tanggung jawabnya sendiri.
- Semangat Kebangsaan, dengan menghormati simbol negara, memahami keberagaman budaya Indonesia, dan menjunjung tinggi nilai persatuan.
Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi kebiasaan yang terus berkembang selama peserta didik menempuh pendidikan.
Evaluasi Pelaksanaan MPLS
Setelah kegiatan berakhir, sekolah sebaiknya melakukan evaluasi untuk mengetahui efektivitas program. Evaluasi dapat dilakukan melalui:
- Angket kepuasan peserta didik.
- Masukan dari orang tua.
- Rapat evaluasi panitia.
- Dokumentasi kegiatan.
- Refleksi guru dan pendamping.
- Identifikasi kendala serta solusi untuk pelaksanaan MPLS pada tahun berikutnya.
Dengan evaluasi yang baik, kualitas penyelenggaraan MPLS akan terus meningkat dan semakin sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Penutup MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027
MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 merupakan langkah awal yang sangat penting dalam membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan. Melalui kegiatan yang edukatif, bebas dari kekerasan, serta berorientasi pada pengembangan karakter, peserta didik tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga belajar menghargai diri sendiri, orang lain, dan keberagaman.
Keberhasilan MPLS bukan hanya ditentukan oleh rangkaian acara yang menarik, melainkan juga oleh komitmen seluruh warga sekolah untuk menghadirkan pengalaman pertama yang positif bagi setiap peserta didik. Dengan kolaborasi antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, dan masyarakat, MPLS dapat menjadi fondasi yang kokoh dalam membentuk generasi yang berkarakter, berprestasi, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Selamat datang kepada seluruh peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027. Jadikan MPLS Ramah sebagai awal perjalanan pendidikan yang penuh semangat, persahabatan, pembelajaran bermakna, dan prestasi yang membanggakan. Bersama kita wujudkan sekolah yang menjadi tempat terbaik untuk tumbuh, belajar, dan menggapai cita-cita.
Materi Utama MPLS 2026: Menanamkan Karakter, Literasi Digital, dan Budaya Positif Sejak Hari Pertama Sekolah*
MPLS 2026 hadir bukan hanya untuk mengenalkan lingkungan sekolah kepada murid baru, tetapi juga menjadi momentum awal dalam membangun karakter, budaya positif, dan kecakapan digital peserta didik.
*🌐 Materi MPLS 2026*
https://s.id/Materi-MPLS-2026
*🌐 Aturan MPLS 2026*
https://s.id/MPLS-2026
Melalui Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, terdapat 4 materi utama yang wajib diberikan kepada murid baru:
– Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
– Pagi Ceria
– Sopan dan Santun Bermedia Sosial
– Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S)
Keempat materi tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

